Mencegah Demam Berdarah Sebelum Terlambat

Mencegah demam berdarah tidak mudah, mengapa? Salah satu alasannya berasal dari fakta bahwa ada seratus juta kasus penyakit demam berdarah yang terjadi di seluruh dunia. Setiap tahun. Indonesia sendiri berada di peringkat ke-2 sebagai penderita demam berdarah terbanyak, setelah Brazil.

Jumlah kematian akibat DBD mencapai 1.125 kasus di Indonesia. Angka ini berdasarkan data Kementerian Kesehatan di tahun 2009-11. Sedangkan di seluruh provinsi di Indonesia, jumlah penderitanya mencapai 48.905 jiwa di tahun 21013. Jadi, bisa dikatakan bahwa penyakit demam berdarah sangat mungkin terjadi pada siapa saja. Persentasenya cukup kuat.

Oleh karena itu, tindakan preventif adalah langkah bijaksana untuk dilakukan. Mungkin kita juga berpikir seandainya saja ada asuransi kesehatan demam berdarah ya. Dengan begitu, setidaknya ketika terkena penyakit ini tidak perlu dipusingkan dengan biaya-biaya tidak terduga tersebut.

Jawabannya ada.

Namun, mari kita lihat dulu seluk-beluk penyakit demam berdarah. Dengan begitu, diharapkan kita bisa menghadapinya dengan baik.

mencegah demam berdarah sebelum terlambat

Seluk Beluk Mencegah Demam Berdarah Semakin Parah

Penyebab penyakit demam berdarah adalah virus dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala awalnya terlihat mulai dari 3 sampai 14 hari sesudah masa inkubasi. Penyakit ini diawali dengan demam tinggi yang mencapai 41 derajat celcius.

Ciri-ciri umumnya adalah sakit kepala, nyeri otot, sendi dan tulang dan kemudian rasa sakit di belakang mata serta demam tinggi. Jika Anda mengalami hal ini sebaiknya segera konsultasi dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan darah.

Untuk pencegahan awal sendiri bisa dilakukan dengan pemberian banyak cairan, istirahat cukup dan juga konsumsi parasetamol.

Agar tidak semakin panik, khususnya biaya pengobatan, Anda bisa pula menangani kasus DBD dengan mempersiapkan diri menggunakan asuransi. Asuransi yang spesifik untuk penyakit demam berdarah tentunya.

Salah satu produk asuransi tersebut adalah Asuransi Demam Berdarah ACA yang memberikan santunan hingga Rp 2.000.000. Premi yang ditawarkan pun cukup murah yakni mulai dari Rp 10.000 saja per 3 bulan.

Siapa juga yang mau sakit, ya? Meski sudah memiliki jaminan asuransi sekalipun. Langkah terbaik tentu saja dengan tindakan mencegah demam berdarah sedini mungkin, di antaranya:

  • Sterilkan rumah dan lingkungan dengan penyemprotan.
  • Bersihkan bak mandi dan bisa taburkan serbuk abate supaya jentik-jentik nyamuk mati. Tetapi, lebih baik lagi sebenarnya gunakan ember ketimbang bak mandi.
  • Tutup atau balik berbagai media penampung air di rumah.
  • Pasang kawat anti nyamuk pada seluruh ventilasi rumah.
  • Kenakan pakaian yang bisa melindungi dari nyamuk.
  • Gunakan anti nyamuk, khususnya yang memiliki kandungan N-diethylmetatoluamide (DEET). Tetapi hal ini tidak dianjurkan jika Anda punya bayi berusia di bawah 2 tahun.
  • Jika menggunakan AC maka bersihkan dan buang air yang ada dalam nampan air secara teratur.
  • Anda bisa meletakkan tanaman tulasi / tulsi di dekat jendela rumah. Tanaman ini dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Penyakit demam berdarah bisa menjangkiti orang-orang di sekitarnya bergantung pada kondisi lingkungan. Bukan tidak mungkin kita bisa terhindar dari penyakit ini. Dengan catatan, pastikan rumah dan lingkungan sekitar Anda bersih agar mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Dengan begitu, kemungkinan terjadi penyakit ini akan semakin kecil. Tetapi, memang, mengingat persentase kasus demam berdarah yang cukup tinggi, melakukan persiapan yang tepat sangat dianjurkan. Salah satunya adalah menyiapkan asuransi demam berdarah sebelum terjangkit.